Sunday, April 03, 2005

~Munajat seorang hamba~
Ya Allah
Tuhan Yang Maha kudus
Dengarkan rintihanku
Daku hambaMU
Waima dhoif
Kugagahkan diri
MengadapMu buat sekian kalinya lagi

Ya Allah
Hati ini belum puas
KasihMU itu lebih kudambakan
Dari kasih insan lain
Kerana itu aku masih di sini
Masih menagih
CintaMu Ya Rabbi

Ya Allah
Ku ingin sekali
Genggam erat amanahMu
Dalam jari-jemariku
Sebagai khalifatullah
Muka bumi
Ku kira itu satu penghormatan
Anugerah mulia buat adam
Pengiktirafan para malaikat
Hingga tersingkir syaitan
Angkara keangkuhan

Ya Allah
Setiap detik ku renung diri ini
Betapa aku cukup kerdil
Siapalah aku
Di sisimu
Tatkala ku susuri lembaran rahmatMU
KebesaranMU
Kesempurnaan ciptaanMU
Itu semua menambah rasa cintaku
PadaMU
Tuhanku..Kau Maha Besar

Ya Allah
Bila ku lihat hambaMU
Yang soleh jua yang solehah
Kulihat pula diriku..
Antara aku jua mereka denganMU
Di mana aku
Siapalah aku
Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih
Kau lebih tahu
Hati ini yang selalu diulit rendah diri
Tiada bangga

Ya Allah
Ku tahu bukan rupa yang dikau lihat
Tapi taqwa
Kerana taqwa itulah
Ya Allah ..ku benar berharap
Agar akulah al-muttaqin itu

Ya Allah
Ku ingin sekali
Menjadi abid
Tapi bukan sebarangan abid
Tapi...abid terbaik
Antara yang terbaik di sisiMU
Alangkah baik..Ya Allah
Andai dahi ini hanya untukMU
Mengucup telapakMu Ilahi
Lidah ini hanya untuk zikrullah
MembesarkanMU
Berpesan kepada makruf
Menegah pada yang mungkar
Hati ini pula pada kesabaran
Menelusuri mehnah dalam perjuangan
Kadangkala menang
Tidak kurang pula kalah
Kaki ini menapak jalan kebaikan
Berjihad untuk kebenaran

Ya Allah
Terasa inginku
Bangkit gagah
Bersama pedang tersisip
Kemilau cahaya iman
Menghapus syaitan laknatullah
Pembawa jarum
Penghancur ummah

Keranamu Ya Allah
Ku ingin sekali
Abdi diri padaMU
Ku harap
Langkah ini belum terlewat
Walau berjuta saat telah ku hilang
Saat dilalui kini..dan hari mendatang
Kan kutatang
Sungguh ku berjanji
Hidup dan matiku
Hanya untukMU
Demi cinta suciku
Padamu Rabbul Izzati

-al_muttaqin-


Saturday, March 19, 2005

~Mereka yang terbaring..~
Mereka yang terbaring
Jua yang menadah tangan
Ku yang melihat
Merintih di dasar hati
Kenapa begitu
Dan bukan begini
Insaf mengetuk pintu hati
Bersyukur apa yang kupunyai

Kulewati mereka
Yang terbaring itu
Tentu lapar perut-perut itu
Tentunya haus tekak-tekak itu
Pasti sejuk tubuh kerdil itu
Si kecil itu terlalu naif
Kenapa..kenapa..kenapa..
Kenapa mereka..

Aku yang melewati
Meraung menangis di dalam hati
Apa yang boleh kubuat
Kudratku tidak kuat
Sakuku tidak penuh
Cuma aku tidak melarat

Ya Allah
Ku sedar itu ujianMU
Buat mereka yang ENGKAU sayangi
Ku pinta padaMU lagi
Cambahkan bebenih iman
Suburkanlah pepohon taqwa
Berikan harapan pada mereka
Untuk berubah
Kerna ku tahu
Tidakkan KAU ubah
Andai mereka tidak berubah

Wahai insani
Jangan tangisi perit hidup ini
Renung dirimu dengan mata hati
Kelak kaukan melihat kebesaran ILAHI
Agar harapan tidak mati
Lalu bermulalah dari sini
Untuk mengubah diri
Utusi doa penenang diri
Agar ditabahkan hati
Menempuh alam duniawi
Menuju cahaya ukhrawi
Yang abadi..

-al-muttaqin-

Friday, March 18, 2005

Kalam itu aku baca...
Kalam pertama ‘bacalah’,
Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan,
Sesungguhnya Dialah Tuhanmu,
Allah yang satu,

Bait itu kuhayati,
Biar jenuh runsing biar kepalaku pening,
Namun jauh dalam diri,
Ku terasa kerdil,
Bagamana bisa,
Aku memetik bintang,
Cahaya penyuluh alam,

Di sini aku berdiri,
Masih berkira-kira,
Mahu terus melangkah,
Apakah perjalanan ini suatu tuah,
Kerna pundakku seakan terasa berat,
Memikul segunung amanah,
Harapan ummah,

Menara ilmu ini,
Telah melebarkan pintunya,
Ku atur langkah perlahan-lahan,
Ku lihat ia teguh berdiri,
Melambai mesra daku,
Yang masih gelisah,
Mencari-cari,

Ku renung jauh,
Ummah yang menanti,
Intan apa yang akan ku gilap,
Kilauan permata apa yang akan kuberi,
Kerna tika kini panahanku masih sipi,
Tujahannya belum mengena,

Detik itu pasti tiba,
Gulungan skrol kan kugenggam,
Alfu mubarak!
Kau seorang siswazah

Ku kan pastikan,
Tatkala tiba detik itu,
Akulah pahlawan bangsa,
Ilmu di dada kan kucurah,
Demi ummah ku kan berjuang,
Agar ad-deen terus bercahaya,
Kerna cahaya penyuluh insan bertaqwa,
Takkan bisa menghilangkan dahaga,
Tanpa perahan ilmu di dada.

-al-muttaqin-



Thursday, March 17, 2005

Kain-Kain putih..
Kain-kain putih
Adalah hadiah
Kain-kain putih
Antara tiga yang berharga

Kain-kain putih
Perlu diberi warna
Tapi bukan warna biasa
Biarlah tanahnya tetap suci putih
Tapi tetap cantik dengan lorekan fitrah

Kain-kain putih
Perlu sentiasa kekal bersih
Tangan yang menyentuh
Perlulah luak kotornya

Kain-kain putih
Biarlah disentuh lembut
Jangan biar koyak
Jangan biar bertampung
Jangan biar berwarna sembrono

Kain-kain putih
Adalah hadiah dari-Nya
Kain-kain putih
Antara tiga yang berharga
Berikan warna iman padanya
Lorekan fitrah Islam pada coraknya
Kelak kain-kain putih
Hadiah dunia ini
Boleh dipakai indah
Dalam taman-taman syurga

-al_muttaqin-

Saturday, March 05, 2005

~Keagungan itu milik-MU~
Keagungan Itu MilikMU
Hina Itu Diriku
Tuhan Itu Adalah Engkau
Hamba Itu Adalah Aku
Maka Bagaimana Bisa
Manusia Diagung-Agung
Walhal Yang Maha Agung
Adalah Engkau

Kebesaran Itu MilikMU
Kekerdilan Itu Adalah Aku
Tuhanku Adalah Engkau
Maka Hamba Itu Adalah Aku
Yang Merangkak-Rangkak
Dalam Mencari Teduh
Di Bawah Lembayung RahmatMU
Sedang Kerdil Diri Ini..
Tetap Kau Pandang Tetap Kau Tatap

Keperkasaan Itu Adalah Engkau
Tidak Berdaya Itu Adalah Aku
Tuhan Aku Adalah Engkau
Hamba Itu Adalah Aku
Yang Menangis Dan Meratap Hiba
Tatkala Diuji Setitis Duga Dunia
Maka Siapa Yang Bisa Mencipta
Melainkan Kau Yang Maha Pencipta
Lalu Ciptaan Itu Adalah Aku
Yang Masih Mencari-Cari
Kesyukuran Itu Aku Zahirkan


-al_muttaqin-